Feb201612

Weekend sudah datang, saya bersama keluarga biasanya melakukan rutinitas kami dengan pergi ke Mall untuk makan siang atau makan malam bersama anak-anak. Entah kenapa tiba-tiba saya bosan dengan rutinitas itu. Ingin rasanya saya mengajak anak-anak untuk mengenal alam.

Kebetulan rumah kami di Sawangan, jadi saya berpikiran untuk mencari tempat wisata di Bogor dan sekitarnya. Setelah melakukan googling, akhirnya saya menemukan wisata alam Curug Barong dan Leuwi Hejo. Lokasinya di Gunung Pancar Bogor.

Rupanya tempat ini meskipun tergolong baru memang, namun sedang naik daun. Saya dan suami pun sepakat untuk mengajak anak-anak melakukan wisata kesana. Hari Minggu pagi sekitar pkl : 06.00 WIB kami melakukan perjalanan menuju ke gunung pancar. Sesampainya di Sentul, kami pun mencari lokasinya dengan menggunakan GPS, maklumlah walau tempatnya sedang hits-hitsnya, tetapi minim sekali petunjuk jalan menuju Curug Barong.

Kami tidak menyangka, ternyata perjalanan menuju Curug Barong diluar prediksi. Masuk desa, melewati rumah-rumah warga, jalanan hancur, melewati jembatan kayu yang mungkin sudah mulai rapuh, lubang-lubang yang besar yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan. Kami sarankan buat teman-teman yang ingin wisata ke Curug Barong untuk tidak menggunakan mobil sedan.

Curug barong

Akhirnya kami pun tiba di Curug Barong. Masih terlalu pagi saat itu sehingga tidak terlalu ramai pengunjung. Biaya masuk ke dalam curug seharga Rp. 15 ribu per orang. Anak saya berumur 9 tahun dan 3 tahun. Mereka belum pernah kami ajak untuk mengenal alam. Kami tidak tahu medan didalam kawasan curug, jadi kami santai dengan menggunakan sandal. Ternyata salah, perjalanan menuju curug penuh dengan pasir, batu-batu krikil, dan batu-batu besar, kurang nyaman rasanya kalau menggunakan sandal.

4

Perjalanan dari loket karcis menuju ke curug sekitar 1 jam. Lucu sekali anak saya yang paling kecil, sebentar-sebentar dia berhenti karna terlalu banyak pasir disandalnya. Dia bersihkan, dia jalan kembali, dia bersihkan lagi, dia jalan lagi begitu terus sampai akhirnya kami tiba di curug.

1

Beningnya air curug, sejuknya udara dan tingginya curug membayar semua lelah kami. Kami pun langsung mengambil posisi untuk bermain air. Saya senang sekali, karena anak-anak sangat menikmati wisata ini. Mereka bermain air, megumpulkan batu-batu sambil bernyanyi-nyanyi, dan melakukan siram-siraman air. Bekal snack kering buah-buah sengaja saya bawa dari rumah, jadi perut mereka tidak kosong saat bermain air.

jembatan curug barong 23

Tiba-tiba suami saya mengajak saya untuk terjun dari atas curug, wah.. Saya takut sekali! Karena memang saya tidak bisa berenang. Tetapi suami saya meyakinkan saya dan saya pun bersama suami terjun dari atas curug. Hahahahaha.. luar biasa senangnya weekend ini :)

2

Tidak terasa sudah pukul 12.00 WIB. Kami pun bergegas untuk keluar dari wisata Curug Barong untuk mencari makan siang. Untunglah kami datang pagi-pagi, karena kalau sudah jam 10 keatas, sudah ramai sekali pengunjung. Mau mandi saja kami harus mengantri sekitar 1jam. Panas sekali siang itu, debu-debu pasir dan angin yang berhawa panas membuat lelah perjalanan menuju ke parkiran mobil.
Tempat wisata ini sebenarnya sangat menyenangkan, namun sayang sekali belum ada perhatian khusus untuk memperbaiki jalan menuju ke Curug Barong. Semoga kedatangan kami yang selanjutnya semua sudah diperbaiki ya.

Demikian pengalaman saya semoga berguna ya buat teman-teman yang ada rencana ke Curug Barong :)

Sumber : Diana Laurensa

Leave a Comment