Aug201428

By : Lody Supit

Siapa yang tidak kenal Lionel Messi. Pesepak bola ini sudah menjadi ikon sepak bola yang mendunia. Tidak afdol rasanya bila tidak membicarakan Messi saat ngobrolin sepak bola. Tentunya dapat dibayangkan bagaimana jutaan anak kecil yang bermimpi untuk jadi seperti Messi.
TH17_MESSI_838327f
Tapi di balik kisah sukses dan bejibun prestasi yang melekat pada Messi, ternyata pemain ini mempunyai sejarah masa kecil yang unik. Berasal dari keluarga sederhana di kota Rosario, Argentina, ibu Messi bekerja sebagai petugas kebersihan dan ayahnya adalah seorang buruh pabrik yang juga pelatih klub sepak bola lokal. Messi bersama dua kakaknya memang gemar bermain sepak bola sejak kecil dan di usia 8 tahun ia bergabung di klub kotanya Newell’s Oldboy. Terlihat jelas bahwa Messi mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil di banding rekan-rekannya di klub. Diagnosa dokter membawa kabar buruk yang sangat mengagetkan bagi Messi dan kedua orang tuanya. Messi menderita kelainan hormon yang menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan akan terhenti pada titik tertentu. Ini bukan kabar baik untuk karir sepak bolanya. Untuk mengatasi kelainan ini, ia harus diberi suntikan penambah hormon yang harganya cukup mahal. Dengan tidak kenal menyerah, keluarga berupaya agar Messi bisa mendapatkan perawatan ini. Hingg akhirnya keluarga ini tidak sanggup untuk membiayai perawatan hormon yang bisa mencapai ratusan dolar dalam sebulan.
Kekurangan tubuh yanng dialami tidak membuat Messi patah arang. Ia tetap bermain dan menendang bola dengan gigih. Bahkan kekurangan tubuhnya ia asah untuk dijadikan senjata yang mematikan, yaitu kelincahan. Gaya menggiring bola secara cepat dengan manuver lihai ini membuat dirinya diberi julukan “Si Kutu”.
Lionel-Messi-hd-Wallpaper-2014-WideScreen
Pada usia yang ke 13, Messi mendapat kesempatan untuk uji coba di sebuah klub raksasa Spanyol, Barcelona. Melihat bakat yang luar biasa itu, Barcelona tidak segan-segan menerimanya di akademi sepak bolanya dan berkomitmen untuk juga membiayai perawatan untuk kelainan hormon yang dideritanya. Keluarga Messi ikut hijrah ke Spanyol untuk mendukung karir sepak bola Messi di Barcelona. Skill yang mengagumkan membawa Messi dengan cepat dapat menembus tim inti Barcelona. Hingga pada pada 16 Oktober 2004, di usia 17 tahun, Messi menjalani pertandingan pertamanya dengan Barcelona.
article-2421004-1BD2A50F000005DC-603_634x417
Sejak saat itu, presetasi Messi sangat sulit dibendung. Ia membukukan banyak rekor dan membuat mata dunia tidak mau beranjak menyaksikan kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar. Messi adalah sebuah contoh yang nyata ketika kekurangan tubuh diubah menjadi keunggulan. Alih-alih mengeluh dan kecewa, Messi malah mengasah kekurangannya menjadi kelebihan.

Leave a Comment