Melancong ke Amerika, Canada dan Hongkong
Akhirnya tibalah hari yang di-nanti dan sudah direncanakan lebih dari satu tahun yang lalu. Ya, melakukan petualangan kembali. Kali ini negara yang dikunjungi adalah Amerika, Canada dan Hong Kong.

Pada 10 hari pertama, negara yang saya kunjungi adalah Amerika bagian Barat (west coast), negara bagian California. Di Amerika ini saya berkesempatan mengunjungi Santa Monica (daerah pantai), Santa Barbara (daerah pelabuhan), Las Vegas (salah satu kota judi di Amerika), Grand Canyon (terkenal dengan batua-batuan dan sungai Colorado yang merupakan sumber air bagi seluruh masyarakat California), Hoover Dam (Dam yang berada di perbatasan Nevada dan Arizona), Solvang (toko-toko dengan bergaya arsitektur eropa, daerah ini banyak ditempati oleh orang asal Denmark Amerika), Hearst Castle (puri tempat tinggal tokoh terkemuka surat kabar Amerika William Randolph Hearst yang setelah meninggal dunia, tempat ini diserahkan oleh keluarganya kepada negara Amerika), San Fransisco yang terkenal dengan jembatan terpanjangnya “Golden Gate”, Yosemite National Park(salah satu hutan nasional di Amerika yang terletak di Sierra Nevada dengan luas 1200 mil2, terkenal dengan air terjunnya), Standford University (salah satu universitas terkenal di Amerika yang berlokasi di Palo Alto, California).

Hotel Case Delmar

santa monica 2

Lost in Vegas
Hal yang tak bisa terlupakan selama tour di Amerika, adalah saat saya terpisah dari rombongan tour di Las Vegas. Pada malam pertama di Las Vegas, saya dengan rombongan tour mengikuti tour malam (night sight seeing) di Las Vegas. Setelah melihat-lihat beberapa hotel mewah di sana, kami pun di-arahkan oleh tour guide untuk melihat pertunjukan api di depan hotel Mirage. Setelah menonton pertunjukan api tsb, saya dan 2 orang teman tour terpisah dari rombongan tour lainnya. Kemudian 2 orang teman saya dengan yakin mengatakan bahwa kita harus kembali ke tempat pertama kita mengikuti tour, tetapi sesampai disana kami tidak menemukan satu orang pun dari rombongan kami berada di sana. Akhirnya saya menelpon tour guide untuk menanyakan keberadaan mereka, dan tour guide memberitahukan kami untuk menyusulnya ke hotel lainnya. Kemudian kami pun pergi ke hotel yang disebutkan oleh tour guide. Kami menunggu sekitar 5 menit di depan hotel (Palazzo) tersebut tetapi tour guide dan rombongan lain tak kunjung tiba, akhirnya saya pun menelpon kembali tour guide dan karena bahasa Inggris tour guide adalah english chinese dan tidak jelas akhirnya telepon saya matikan dan saya pun mengirimkan sms untuk memberitahukan bahwa kami sudah di depan pintu gerbang ‘P’ hotel, tetapi tour guide membalas sms saya dengan menuliskan nama hotel lainnya. Ternyata hotel yang disebutkan oleh tour guide saat saya menelpon adalah hotel Bellagio bukan hotel Palazzo yang saya dengar. Saat membaca sms tersebut, kami pun panik karena kami tidak tahu sema sekali daerah Vegas dan tidak mengetahui dimana hotel Bellagio berada. Kemudian saya bertanya kepada orang disana untuk mengetahui lokasi hotel Bellagio. Setelah mendapat informasi, kami langsung menuju ke hotel yang dimaksud, saat itu waktu menunjukkan jam 20.50. Setelah berjalan sekitar 10 menit, kami tidak kunjung menemukan hotel yang dimaksud saya pun bertanya kembali kepada sepasang suami istri di jalan mengenai lokasi hotel Bellagio dan mereka menginformasikan arah yang sama dengan orang yang pertama. Kami pun melanjutkan perjalanan, saat itu waktu menunjukkan jam 21.00 dan tour guide mengirimkan sms kembali mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan hotel Bellagio pada jam 21.10, padahal kami belum menemukan hotel Bellagio. Saya pun panik dan mengatakan kepada 2 orang teman saya untuk menggunakan taksi saja dan kembali ke hotel, tetapi salah seorang mengatakan kita bisa mencapainya tepat waktu, saat itu waktu menunjukkan jam 21.05. Kami pun akhirnya berjalan lebih cepat lagi layaknya seorang atlit atletik. Setelah menemukan nama hotel, tour guide kembali mengirimkan sms dan mengatakan bahwa akan segera meninggalkan hotel, saya pun langsung membalas sms dan mengatakan bahwa kami sudah di depan hotel Bellagio dan akan segera tiba di lobby dimana rombongan berada. Akhirnya tepat jam 21.10 kami pun tiba dan menemukan tour guide beserta rombongan.

las vegas

sunset santa barbara

Tour Canada
Setelah selesai tour selama +/- 10 hari di Amerika, saya melanjutkan tour dengan terbang ke Toronto, Canada. Saya pun tinggal di rumah kakak perempuan saya yang telah menetap di sana selama 11 tahun bersama keluarganya. Di Toronto, saya berkumpul bersama mama papa yang sudah lebih dulu berangkat pada bulan Mei 2011 dan kakak perempuan saya yang tinggal di Amerika yang juga sudah berangkat terlebih dulu seminggu sebelum kedatangan saya.

canada

Di Toronto, saya dan keluarga pergi ke Niagara Falls untuk ke-2 kalinya setelah pertama pergi di tahun 2004. Dalam perjalanan menuju Niagara Falls, kami mampir ke daerah Badlands, Cheltenham. Daerah ini dulunya adalah sungai besar, yang lama kelamaan mengalami pengikisan dan akhirnya sungai ini menjadi kering dan membentuk tanah-tanah liat/lempung yang mengeras menyerupai bukit-bukit.

Canada 1

Pada hari ke-empat setelah tiba di Toronto, saya pun pergi camping selama 3 hari 2 malam di Algonquin Park bersama 2 orang kakak perempuan, 1 orang kakak ipar dan orang tua saya. Suhu udara di Toronto cenderung lebih dingin dibanding dengan di California pada bulan yang sama. Suhu yang dicapai pada saat saya camping adalah 3 – 4 derajat Celcius. Walaupun namanya camping, tetapi kami tidak tidur di tenda, tetapi tidur di pondokan yang disebut “yurt” yang terbuat dari terpal tebal. Di dalamnya terdapat 2 buah ranjang susun dan heater (penghangat ruangan).

Canada 2

Di bagian luar yurt disediakan juga kompor gas untuk memasak. Area tempat kami camping sangat luas. Di sela-sela acara camping, kami juga melakukan kegiatan hiking, berkunjung ke museum dengan menggunakan mobil karena jaraknya yang cukup jauh dari area camping. Di museum tersebut terdapat kumpulan hewan-hewan yang telah mati dan dikeringkan sehingga tampak nyata, dan juga patung lilin suku asli Canada (Indian).

canada 3

Setelah 6 hari berada di Toronto, saya dan kakak perempuan saya yang tinggal di Amerika melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Vancouver menggunakan pesawat West Jet untuk mengikuti tour selama 7 hari yang sudah diatur dari Jakarta.
Berbeda dengan suhu udara di Toronto, suhu udara di Vancouver lebih bersahabat. Suhu udara di Vancouver dalam kisaran 13 – 15 derajat celcius. Dengan mengikuti tour selama 7 hari, tempat-tempat yang kami kunjungi antara lain adalah:

a.Hari ke-1: Half-day city tour of Chinatown, downtown, Stanley Park, ferry ride to Granville Island

china town 2

china town1

b. Hari ke-2: Vancouver – Kelowna – Lake Okanagan – Winery – Salmon Arm

Kelowna 1

Kelowna 2

c. Hari ke-3: Salmon Arm – Emerald Lake – Banff – Canmore

salmon 1

salmon 2

d. Hari ke-4: Lake Louise – Jasper National Park – Icefield – Peyto Lake – Golden

colombia

moraine 1

Moraine

e. Hari ke-5: Golden – Kamloops – Ginseng Factory – Vancouver

spike 1

spike 2

f. Hari ke-6: Vancouver – B.C. Ferries – Victoria – Butchart Gardens

garden

Tour Hong Kong
Setelah +/- 13 hari berada di Canada, maka saya pun melanjutkan perjalanan, terbang dari Vancouver ke Hong Kong sebelum kembali ke Jakarta. Saya tiba di aiport internasional Hong Kong pada tgl 11 Oct 11 jam 07.20 waktu setempat. Di sana saya sudah ditunggu oleh kedua orang tua saya yang terbang dari Toronto untuk ikut dalam perjalanan kali ini.
Rencana semula untuk mengajak orang tua mengunjungi Macao kandas, disebabkan karena ombak yang terlalu tinggi sehingga terlalu beresiko membawa kedua orang tua untuk melakukan perjalanan ke Macao. Kami pun langsung menuju hotel di daerah Tsim Sha Tsui (yang kami pesan melalui agoda.com) untuk beristirahat sejenak melepas lelah setelah terbang +/- 12 – 13 jam.
Tidak banyak daerah wisata yang bisa kami kunjungi selama di Hong Kong, karena hujan turun terus selama 4 hari kami berada di Hong Kong sehingga kami baru bisa pergi jika hujan mulai reda. Daerah-daerah yang kami kunjungi selama di Hong Kong adalah:

a. The Peak
Hari pertama, kami menggunakan Peak Tram untuk menuju ke atas. Dari sana kita bisa melihat seluruh wilayah Hong Kong. Selain itu kami pun mengunjungi Museum Madame Tussaud yang berada di area Peak. Museum ini adalah museum patung lilin orang-orang terkenal di dunia, ada tokoh-tokoh negara terkemuka, artis-artis asia dan barat serta tokoh-tokoh musik/sastrawan/ilmuwan jaman dulu seperti WA Mozart, William Shakespeare, dan Einstein.

obama

hongkong

b. Giant Buddha
Hari ke-dua kami mengunjungi Ngong Ping 360. Dengan menggunakan cable car selama +/- 25 menit, kami pun sampai di sana. Ngong Ping terletak di pulau Lantau. Di lokasi ini terdapat patung Buddha terbesar “Giant Buddha”. Selain itu juga terdapat Ngong Ping Village yang menjual pernak-pernik (accessories), Kuil Buddha, tempat tinggal para bikhu/bikhuni, Vegetarian Restaurant dan Theatre untuk melhat perjalanan hidup Buddha Gautama.
Sebelum kembali ke hotel, kami pun menyempatkan diri berjalan malam di daerah Tsim Sha Tsui dimana kami menginap untuk menikmati suasana malam di Hong Kong

Budha 1

Budha

c. Dimsum dan berbelanja di Ladies market, Mongkok
Hari ke-tiga, kami diundang makan oleh teman kakak yang tinggal di Hong Kong untuk menikmati makan pagi dengan dimsum di daerah Kowloon Bay. Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan dengan ditemani oleh teman kakak menggunakan MTR ke daeraha Mongkok, Ladies Market. Tempat ini sangat terkenal dengan daerah pedagand kaki lima seperti yang bisa kita temui di daerah Tanah Abang/Pasar Baru di Jakarta. Di sini menjual barang-barang tiruan dari merk-merk terkenal: dari tas mewah, baju sampai dengan travel bag dan jam-jam tangan.
Di hari ke-tiga ini, kami pun pindah ke L’ Hotel Nina et Convention Centre, dekat daerah bandara internasional agar keesokan harinya saat kami ke bandara untuk kembali ke Jakarta tidak perlu berangkat terlalu pagi (penerbangan jam 09.20 waktu setempat).

Hotel Nina

Setelah 4 hari di Hong Kong, saya pun akhirnya mengakhiri perjalanan wisata saya selama 1 bulan penuh dan mulai bersiap-siap untuk menghadapi aktifitas rutin seperti biasanya.
(Sanny Tjandradjaja)